Mata Kuliah : Pengantar Komputasi Modern
Kelas : 4IA15
Anggota Kelompok :
Kelas : 4IA15
Anggota Kelompok :
1. Rendy Anggara (55411960)
2. Mirza Fahmi Anshari (54411502)
3. Rachman Aji (58411572)
4. Riza Maulana Ridwan (56411297)
5. Adrel M Jatnika (50411260)
6. Indra Septiawan P (53411608)
3. Rachman Aji (58411572)
4. Riza Maulana Ridwan (56411297)
5. Adrel M Jatnika (50411260)
6. Indra Septiawan P (53411608)
Judul Jurnal :
Rancang Bangun Cloud
Computing Di Laboratorium Komputer Teknik
Elektro Universitas Bangka Belitung
Penulis : Ghiri Basuki Putra (Jurusan Teknik
Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung)
Abstraksi :
Cloud
computing telah menjadi hal yang menarik untuk dibahas dikarenakan
perkembangannya yang begitu pesat sejak pertama kali diperkenalkan mulai tahun
2000. Pemanfaatan cloud computing kepada
penyimpanan data, pemakaian software secara
bersama- sama serta penggunaan infrastruktur dan hardware
pada jaringan atau komputer yang tergabung dalam sebuah cloud
computing. Dengan cloud computing diharapkan
adanya efesiensi dan kemudahan dalam sumber daya baik software,
data maupun hardware agar
dapat digunakan bersama – sama. Perancangan cloud computing untuk laboratorium
komputer Teknik Elektro Universitas Bangka Belitung bertujuan sebagai rancangan
awal untuk pengembangan laboratorium komputer serta sebagai pusat pembelajaran
dan penelitian cloud computing bagi
mahasiswa Teknik Elektro. Perancangan cloud computing ini menggunakan metode Software
as a Service (SaaS) dimana SaaS adalah layanan dari Cloud
Computing dimana memakai software
(perangkat
lunak) yang telah disediakan sehingga tidak perlu setiap komputer di
laboratorium menginstall software yang diperlukan selama tersedia di layanan Cloud
Computing. Rancangan cloud computing di laboratorium menggunakan Private
Cloud Computing merupakan pemodelan Cloud
Computing yang memberikan lingkup yang lebih kecil untuk dapat
memberikan layanan kepada pengguna tertentu misalnya pada sebuah jaringan computer
lokal maupun pada skala perusahaan kecil maupun menengah.
Analisis
:
Cloud Computing merupakan
sebuah model penyediaan layanan komputasi di mana layanan sumber daya komputasi
disediakan secara dinamis, scalable, dan
divirtualisasi melalui jaringan komputer atau
Internet. Menurut sebuah makalah tahun 2008
yang dipublikasi IEEE Internet Computing “Cloud
Computing adalah suatu paradigma
di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan
secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk
di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok,
handheld, sensorsensor, monitor dan lain-lain”.
Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren
teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa
ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna.
Sebagai contoh, Google Apps
menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses
melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di
server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh
bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing
ini adalah iCloud.
Diketahui bahwa Cloud computing
dapat diimplementasikan dengan cara menyediakan
komponen-komponen
berupa server, hardware,
dan jaringan yang dibutuhkan. Pengguna cloud computing
dapat melakukan instalasi aplikasi yang digunakannya pada
infrastruktur tersebut. Pengguna cloud
computing juga dapat memilih
bagaimana menggunakan layanan cloud computing
yang ditawarkan sesuai kebutuhan. Layanan cloud
computing yang dipilih :
1. Infrastructure
as a service
Layanan ini diberikan
dengan cara menyediakan komponen-komponen berupa server, hardware,
dan jaringan yang dibutuhkan dengan harga tertentu. Pengguna cloud
computing dapat melakukan instalasi aplikasi yang digunakannya pada
infrastruktur tersebut. Contoh terapan: hosting aplikasi web, contoh vendor
penyedia jasa: semua penyedia hosting.
2. Platform
as a service
Layanan yang
menyediakan sistem software dan
software pendukung yang
diperlukan untuk membangun aplikasi yang akan dipasang pada server tersebut sesuai
kebutuhan organisasi/instansi. Organisasi/instansi kemudian membangun aplikasi
yang dibutuhkan pada platform ini dan menggunakannya. Analogi yang dapat
digunakan untuk menggambarkan layanan ini adalah seperti menyewa rumah lengkap
dengan isinya sehingga pengguna dapat langsung menggunakan rumah tersebut.
Contoh terapan: remote
application development.
Contoh vendor: BizNet, Microsoft, LintasArta.
3.
Software as a service
Layanan yang diberikan
dengan menyediakan software maupun
aplikasi yang dapat diakses pelanggan via internet. Penyedia layanan cloud
computing berinteraksi dengan pengguna dan pelanggan melalui sebuah front-end
panel. Contoh layanan
sederhana: e-mail, online documents. Contoh
layanan : SAP online. Contoh vendor: Google, Amazon, SAP, dan lain-lain.
Saat membangun aplikasi Cloud Computing
yaitu Software as a Services,
komponen-komponen pembentuknya dibangun dalam bentuk Services menggunakan SOA (Service
Oriented Architecture), dengan Web
Services Standart. SOA (Service Oriented
Architecture) adalah sebuah bentuk
arsitektur yang menerapkan konsep Service-Oriented
(berorientasi layanan). Pendekatan SOA adalah pendekatan penyelesaian masalah
yang besar dengan
membagi-baginya
menjadi beberapa Services. Services tersebut dapat berdiri sendiri atau dihubungkan
dengan Services yang lain. Arsitektur yang berdasarkan SOA memiliki fleksibilitas
yang tinggi dan tidak Technology
Dependent sehingga memungkinkan peningkatan
kinerja dari suatu sistem.
Topologi Jaringan yang diusulkan menggunakan topologi yaitu
topologi Bus, yaitu dengan menambahkan 1 (satu) topologi unit Private
Cloud Server. Pada model jaringan dengan private
clouds computing, sumber daya
diberikan dengan jaringan privat laboratorium komputer Teknik elektro UBB untuk
memenuhi permintaan dan kebutuhan pengguna dalam hal ini mahasiswa serta dalam
rangka jaminan keamanan jaringan dan ketersediaan data yang diperlukan. Laboratorium
harus dapat membangun, dan mengelola sendiri sumber daya operasional sistem komputasi
yang dibutuhkan di dalam private clouds serta
juga mampu untuk memelihara jaringan yang ada serta keamanan dari jaringan itu
sendiri. Dengan memanfaatkan private cloud
server maka akan dapat meningkatkan kemampuan jaringan komputer di
laboratorium computer serta layanan yang ditawarkan kepada mahasiswa juga
semakin beragam dan memberikan keuntungan yang lainnya seperti pusat
pembelajaran cloud computing dan
penelitian.
Kesimpulan
:
Perancangan
cloud computing di laboratorium
Komputer Jurusan Teknik UBB bertujuan agar software dan hardware untuk komputer
yang ada di laboratorium tersebut dapat digunakan lebih baik dan efesien. Cloud
computing ini bermanfaat sebagai
pusat pembelajaran dan penelitian ke depan agar dapat dibangun sebuah
laboratorium yang lebih bermanfaat. Dengan Software
as s Service (SaaS)
maka pengaturan penggunaan software di
komputer laboratorium dapat lebih baik dan mudah untuk di control. Hal ini sangat
penting sehingga tidak sembarangan user yang melakukan install
dan update software tanpa
persetujuan server maupun
yang berwenang sehingga tidak terjadi gangguan jaringan komputer. Penggunaan Private
Cloud Computing bertujuan agar lebih mudah melakukan pengawasan
dan pengaturan terhadap jaringan komputer yang ada di laboratorium komputer. Private
Cloud Computing dengan pendekatan komponen Service
Oriented merupakan arsitektur mampu menyediakan antarmuka yang
efisien untuk proses penggunaan software dan hardware pada komputer client yang
ada di laboratorium komputer melalui koneksi jaringan lokal dan internet.
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar